Trik Tiga Kartu

An Indonesian translation for the first parts of Chandler Groover’s excellent IF game: Three-Card Trick. Go and play it if you haven’t.


Kata mereka ini tidak mungkin. Atau setidaknya, walaupun mungkin, tidak ada yang bisa melakukannya, yang artinya juga sama saja.

Lalu seseorang melakukannya.

Bukan trik dua kartu. Oh, tidak. Itu sudah ketinggalan zaman. Semua orang terpukau, dan memang semua orang harus terpukau. Ini memang memukau. Ketidakmungkinan dipecahkan. Pikiran didobraki. Hati dimenangkan. Kamu melewati batas yang tak akan terbayangkan oleh orang lain, dan begitulah kamu ingin mereka menganggapinya. Biarkan mereka menebak-menebak. Dan juga, jaga reputasimu sebagai pesulap paling terkenal di sini.

Dan itu tidak akan terjadi, jika kamu tidak mengusir si amatiran ini. Semua orang mengira ia punya bakat atau keterampilan yang tak kau punya.

Kampret!

Kamu tahu apa yang ia punya, dan sebentar lagi itu pun akan jadi milikmu. Ini sama sekali bukan bakat ataupun keterampilan. Butuh lebih dari kedua itu untuk bisa melakukan apa yang ia sebut dengan sok sok sebagai…

Trik Tiga Kartu

Karya Chandler Groover

Di Pameran (dalam tendamu (di atas kursimu))

Kamu sudah berjam-jam duduk di sini, dan masih tidak ada yang datang. Di atas meja, kartumu tertumpuk rapi dan mengumpulkan debu. Oke oke, mereka tidak benar-benar mengumpulkan debu, tetapi mereka jelas menarik lebih banyak debu daripada penonton. Bahkan bisa dibilang kamu tidak akan mendapat satupun penonton selama Ivan masih bekerja. Sore ini kamu habiskan melihat para pengunjung terhisap ke tendanya.

Sudah cukup. Saatnya pergi ke sana dan memergoki penipu itu.

> berdiri

Kamu berdiri dari kursimu.

> ke luar

Belum ada satupun penonton hari ini, dan itu tidak akan berubah tanpa sedikit strategi. Tapi kamu tetap memasang tanda “Istirahat makan siang” di mejamu sebelum pergi. Kalau-kalau saja.

Di Pameran

Ah ya, pameran, ketika keberuntunganmu dipertaruhkan setiap musim. Ramai seperti pasar ikan, dipenuhi terlalu banyak tukang sulap dengan terlalu banyak harapan. Mereka berjajar sejauh mata memandang. Tetapi sebenarnya ada urutan tersembunyi: jika mendongak ke atas, kamu bisa melihat bintang-bintang bertaburan di atas kubah kaca gedung ini, dan lantai pameran diatur sesuai konstelasinya. Tahu lah, geometri sakti. Itulah mengapa penting sekali tendamu berada di tengah (tempat paling cocok untukmu) dan tenda Ivan juga berada di tengah (tempat yang sangat tidak cocok untuknya).

Ada kerumunan di tendanya. Tanpa bermaksud pun, kamu bisa mendengar pembicaraan mereka.

“Aku belum pernah melihat yang seperti itu dalam hidupku!” kata seorang wanita. “Bagaimana ia bisa?”

“Tak bisa kubayangkan,” kata yang lain. “Benar-benar memukaukan pikiran!”

> masuk ke tenda Ivan

Di Pameran (dalam tenda Ivan)

Di dalam tenda, para wanita memberimu jalan, membuka seperti gorden untuk mempelihatkan keajaiban di depan: Ivan duduk di mejanya dengan gadis kasmaran di depannya. Ia menutup mulutnya dengan satu tahan seperti ia tak bisa memercayainya apa yang baru saja dilihatnya, dan wanita-wanita lain bertepuk tangan. Sementara itu, Ivan sedang mengocok ulang kartunya dengan senyuman yang sangat ingin kau hapus.

“Wah, tidak disangka-sangka!” serunya ketika ia melihatmu. “Morgan yang Hebat! Datang untuk bersungkawa, sayang? Sepertinya sudah tidak ada yang tertarik dengan trik dua kartu ya… pasti kesepian di tenda kecilmu.”

Semua orang menatapmu sekarang. Kamu menunggu hingga detik ini untuk berbicara dengan Ivan, dan ini akan sangat sepadan. Ini harusnya akan sangat sepadan.

> pergoki ivan

“Kau tukang ngibul,” katamu pada Ivan. “Pembual, pengecoh. Kamu tidak mungkin melakukan trik tiga kartu. Kamu hanya menipui penggemarmu. Dan kamu menamai dirimu Ipan si Penomenal. Ipan si Penipu, kali!”

Hmm, hanya itu saya? Pidato itu terdengar lebih keren di dalam kepalamu, tapi tak apalah. Para penonton sudah siap menggosip. Mereka mengipas-ngipas, mengangkat punggung tangan ke dahi, dan tampak seperti akan pingsan. Tetapi Ivan hanya tersenyum.

“Apa itu tantangan, sayang?” ia bertanya, suaranya seperti pelumas. “Baiklah. Akan aku lakukan trik itu sekarang, dan kalau itu hanya tipuan, kamu bisa membongkarnya. Bagaimana?”

“Kau akan menyesal,” katamu.

“Lihat saja nanti. Tapi pertama, apa kamu ingin mengecek pakaianku, mejaku, kartuku? Cek saja. Aku tidak menyembunyikan apapun. Atau, seperti yang kita pesulap suka bilang, tidak ada kartu tersembunyi di lengan bajuku.”

Dia berdiri dan melebarkan lengannya, seperti mengatakan: Coba saja, kau tak akan menang.

> to be continued


Chandler Groover mungkin salah satu penulis favoritku, secara umum. Yang pasti, dia penulis fiksi interaktif favoritku. Three-Card Trick adalah IF (fiksi interaktif, i.e. parser game) pertama buatannya yang kumainkan, dan masih salah satu game kecil favoritku juga. Gaya bahasanya mengalir, santai, tapi ada modenya sendiri. Entah kenapa, lumayan asik juga diterjemahkan.

Setahuku sih belum ada yang ngebuat sistem parser game ini pakai bahasa Indonesia, tapi mungkin bisa dicoba? Parser Bahasa Indonesia harusnya bisa lebih gampang daripada bahasa Inggris, karena hubungan kata sambung-kata kerja kita yang lebih jelas (??).

Ini cuman latihan, tapi kalau ada minat, mungkin aku bisa terjemahin semuanya… bahkan mungkin bisa buat sistem biar bisa dimainkan full dengan bahasa Indonesia. Kalau ada minat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s